Memilih Gerakan PMII

Lahir dari rahim Nahdlatul Ulama pada 17 April 1960, hampir genap 60 tahun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menjadi wadah tempaan tumbuh kembangnya mahasiswa Indonesia.

Lanjutkan membaca “Memilih Gerakan PMII”

Iklan

Memilih Netral atau Independen?

Jakarta dari sudut kampus islamnya yang berada di selatan Tangerang, memiliki cara tersendiri bagaimana merayakan penyambutan untuk mahasiswa baru. Organisasi internal kampus yang menjadi corong guna merangkul mahasiswa baru, tersublimasi akan sikap dan ideologi di luar kegiatan akademik. Simbol dan warna dijajakan menjadi identitas yang tersurat sebelum sirat maknanya diterima utuh oleh calon sarjana baru.

Lanjutkan membaca “Memilih Netral atau Independen?”

Mari Bertukar Rantang daripada Bertukar Kebencian

Pemilihan presiden padahal sudah purna, namun bekasnya belum lagi sirna, bahkan sampai meregang nyawa. Paruh akhir bulan puasa yang seharusnya disibukan saling bertukar maaf malah dikebiri dengan saling tuka benci. Islam yang ditarik pada rangkulan politik membuat kita semua resah, sampai kita lupa, kita semua bisa sedemikian berjumlah besar ini berkat Islam yang mengakar jauh dengan akulturasi budaya.

Lanjutkan membaca “Mari Bertukar Rantang daripada Bertukar Kebencian”

Boleh merisak tapi kita tak akan terisak!

Gelaran fase knock out UEFA Champions League dini hari tadi mungkin membuat Juventus untuk tak selalu jumawa. Juve kalah dua gol tanpa balas dari Atletico de Madrid. Tetapi sebagai fans karbitan sudah sepatutnya kita menganalisis pertandingan dengan memberi kritik saat menelan kekalahan dan memberi puja-puji fanatik saat membawa kemenangan.

Lanjutkan membaca “Boleh merisak tapi kita tak akan terisak!”

Hikayat Sengketa Cangkir

Perjumpaan kita pertama barangkali hanya sebatas tatap muka, tanpa sepatah kata atau juga pengenalan nama. Sebagaiman anak muda urban yang hidup di belantara pinggir ibu kota, perkenalan nama pun sudah tak asing tertambat secara daring. Ingat momen penitipan barang beberapa hari menjelang berangkat KKN? Dari sana mungkin lekat namu mu teringat dalam sejumlah nama manusia dalam rongga kepala.

Lanjutkan membaca “Hikayat Sengketa Cangkir”